29 May 2015

Aku Sungguh Ikut Bahagia Untukmu

Dua bulan lagi, katamu. Tanggal dua puluh empat. Di kota tempat kau lahir dan besar. 

Aku tidak heran ketika kau bertanya darimana aku tahu kabar itu. Insting? Mungkin. Tapi waktu itu aku iseng menyebut MI6, agen rahasia Inggris, dan kau kontan menghubungkannya dengan Johnny English. Ah, aku bahkan sudah lupa kalau kau, selain Jackie Chan, juga menggemari Rowan Atkinson.

Bahkan sejak sebelum aku berangkat, kita sudah jarang bertemu. Banyak yang terjadi, tentu saja. Tapi tentang aku, kau tidak harus tahu, begitu juga sebaliknya. Aku tak pernah lagi membawakanmu oleh-oleh setiap kali bepergian, dan kau tak pernah lagi mengirimkan gambar lucu lewat pesan singkat. Tapi ucapan selamat ulang tahun yang selalu ada menjadi penanda kita berdua masih baik-baik saja. Selalu akan baik-baik saja.

Aku ingat, hari ketika aku memaafkanmu, adalah hari ketika aku memaafkan diriku sendiri. Aku tidak lagi lari. Sejak hari itu langkahku terasa ringan dan memandang ke depan tidak lagi menyedihkan. Bahkan ketika kau tak punya kata-kata untuk memperkenalkan dia, aku bisa mengulurkan tanganku padanya, menyapanya. Kau tahu, pria kelabu, apa yang tidak bisa diubah memang hanya bisa diterima dan penerimaan menjelma kekuatan. 

Dua bulan lagi, tanggal dua puluh empat, di kota tempat kau lahir dan besar. Aku belum pulang untuk menyaksikanmu bertukar janji setia. Lucu sekali, bahkan ketika kita tak lebih dari teman, jarak masih saja tidak bersahabat. 

Tapi, aku yakin pesta kalian akan penuh gelak tawa dan kalian akan jadi pasangan yang bahagia. 

Pria Kelabu, akupun sungguh ikut bahagia untukmu.


No comments:

Post a Comment