Tapi aku selalu ingin punya kamera.
28 Jun 2012
Kamera, Potret, Cahaya dan Kenangan
Sebuah kamera. Rusak. Terselip di antara buku-buku tua. Sepertinya sia-sia kalau direparasi. Pemborosan. Sejak awal aku memang meragukan kualitasnya. Ah, andai waktu itu aku tidak terjebak pada harga miring dan promosi penjualnya yang bicara sampai berbusa-busa...
15 Jun 2012
18 May 2012
Waktu berlalu, dan apa yang ku ingat tentangmu?
Baik, mari kita hitung mulai dari satu, lalu kita lihat seberapa banyak ingatan, sesuatu yang kita beri nama: kenangan.
...
Aku mengingat pertemuan kita. Kau berbaju kelabu. Senyummu kaku.
Aku mengingat langkahmu. Berat dan cepat. Dengar, sepatumu seperti beradu dengan batu. Tinggal aku dan langkah-langkah kecilku yang terengah menyusulmu.
19 Mar 2012
Cinta Sie Teng San
Setelah lelakon, tertinggal tanya, "Apakah Sie Teng San benar mencintai Hwan Li Hoa?"
Kata temanku, "Iya, dia mencintainya. Itulah kenapa dia marah saat Li Hoa tidak terbuka. Itulah kenapa dia marah saat Li Hoa menyimpan sendiri ceritanya."
Malam Di Jakarta
Adalah malam yang meramu Jakarta dengan romansa. Saat semua gedung benderang sudah menyembunyikan kerlipnya dan yang tertinggal hanya temaram lampu jalan. Ada derai tawa milik sepasang cinta muda yang pulang kemalaman.
Adalah malam yang melukis Jakarta dengan kelembutan. Saat keringat-keringat telah diletakkan dan dibalik bedeng-bedeng tepian rel kereta dibagi banyak cerita. Ada mimpi tentang esok yang kurang lebih sama, esok yang dihabiskan bersama.
Adalah malam yang menghias Jakarta dengan sederhana. Saat waktu berlalu dengan sewajarnya.
*Setelah bertahun-tahun, Jakarta tetap indah hanya saat senja, malam dan hujan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
