Belakangan, banyak artikel yang bicara tentang nikmatnya solo traveling. Mereka bilang solo traveling menyenangkan karena kita bisa benar-benar menjadi pengambil keputusan, jam berapa mau kemana berapa lama, semuanya terserah kita. Oh iya, itu benar. Tapi melakukan perjalanan bersama-sama pun tidak kalah menyenangkan. Perjalanan yang dibagi bersama akan menjadi kenangan bersama. Sampai puluhan tahun kemudian, cerita-cerita tentang perjalanan itu masih akan beredar di pertemuan-pertemuan nostalgia, ditemani sepiring singkong goreng dan teh manis hangat.
Mungkin karena itu komunitas travel banyak muncul. Karena menikmati perjalanan bersama teman itu menyenangkan. Karena berbagi cerita sesama pejalan berarti tidak hanya berbagi pengalaman, tapi juga tempat para pejalan bisa belajar. Karena traveling bukan hanya tentang melihat dunia, tapi juga tentang interaksi dengan manusia yang berbeda-beda. Oh ya, tentu saja, karena dunia ini terlalu luas untuk dijelajahi sendiri. Kaki kita tidak mungkin menapaki seluruh kota, menaiki seluruh gunung, atau menyelami semua danau dan lautan. Mata kita juga tidak mungkin melihat semua hutan dan padang. Mulut kita juga tidak bicara semua bahasa. Tapi kisah-kisah dari teman-teman perjalanan akan membawa kita menuju tempat-tempat yang belum pernah kita jelajahi.

