22 Dec 2011

Pulang

Pagi ini, pesawatku berangkat pukul 8 pagi. Setengah jam lagi boarding, tapi ruang tunggu bandara masih sepi. Mungkin memang tidak banyak yang melakukan perjalanan hari ini. 

Aku mengantuk. Semalam tak cukup tidur. Aku bangun hingga pukul satu malam untuk mengatur bawaan. Pertanyaannya, kenapa tidak packing sejak kemarin? Ah, perjalanan sekarang sudah tak lagi menakutkan, hingga waktu kini tak lagi banyak merepotkan dalam persiapannya.

Setahun terakhir ini, perjalanan lebih sering berarti pekerjaan. Bandara, jalanan, kamar hotel, orang-orang asing. Tapi asing sendiri mungkin sudah kuakrabi.


Hingga perjalanan tak lagi berwujud kembara.

Sepertinya ia telah berubah wujud menjadi latihan kesabaran, dan mungkin kerelaan. Karena ada masa aku hanya ingin di rumah, duduk membaca seharian, ditemani secangkir cinnamon tea dan biskuit jahe berbentuk bunga berkelopak lima. Klasik.

Sedikit banyak, perjalanan tak lagi menuntut banyak perhatian.

Hanya saja, untuk perjalanan satu ini seharusnya kupersiapkan lebih sungguh, karena bandara mungkin tetap asing, tapi nanti tidak ada kamar hotel dan juga tidak ada wajah-wajah tersenyum orang-orang yang tetap saja melukis jarak. 

Yang ada adalah kamar dengan dinding motif mawar biru, anjing tua yang kelebihan semangat, dan orang-orang yang tak banyak bicara, tapi semua tentangku ada di hati mereka, dan tentu saja, sudut-sudut kota yang membangkitkan nostalgia.

Hari ini, aku pulang.

Apa yang lebih menyenangkan dibanding perjalanan pulang?



Terminal 1 A, Bandara Soekarno Hatta - I'll be home for Christmas.

No comments:

Post a Comment