10 Apr 2015

Saat Kembali

nanti aku akan kembali
bila jalan telah lurus lagi
dan hatiku berhenti meracuni diri

hingga kemarin jadi tawa
sedang esok masih kanvas kosong

kita lihat saat kembali
pasti tak lagi takut

sendiri



Semarang, Mei 2005

Lalu

puisiku sisa kesedihan
pada satu hati yang terbagi
: hatimu
keberadaanku hanyalah semu
saat selesai
waktunya memandang bianglala
berkaca bayang air mata



Semarang, Februari 2005

Tanya

beri tahu aku dimana batas
cinta

setipis harapan atau
seluas kesabaran?

jika jawabnya menanti
apakah penantian berbatas?

pada apa?

waktu, rasa atau duka?



Semarang, September 2004
(direvisi di Leicester, April 2015)

Setitik Gelisah

bisakah rindu
koyakkan asa juga percaya?

karena aku terkoyak dalam
bentangan ketiadaan
antara kita

coba sentuh siluetmu
terbingkai dalam rapuh
hatiku



Semarang, April 2004

Aurora Borealis

kutunggu saat turun senja
tak peduli langit sudah lelah
cahaya dan semua pesonanya

sepanjang musim panas, musim semi, musim gugur,
musim dingin
di jalanan, di pasar, di restoran
di dermaga, di kanal, di bandara
di danau, di padang rumput, di hutan cemara
di sungai, di bukit, di laut

di utara
dari utara
cahayaku



Semarang, November 2003